Penting untuk mengajarkan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari kepada anak

Cerdas Matematika Sejak Dini Bersama YXGK Serpong

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan.

Dapat diartikan juga sebagai kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya. Anak dengan kemampuan ini akan senang dengan rumus dan pola-pola abstrak. Tidak hanya pada bilangan matematika, tetapi juga meningkat pada kegiatan yang bersifat analitis dan konseptual.

Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematik dan kecerdasan linguistik. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini?

Ciri-Ciri Anak Dengan Kecerdasan Matematika Logis

Mengenalkan matematika logis sejak dini sangat penting bagi si kecil
Mengenalkan matematika logis sejak dini sangat penting bagi si kecil

Setiap manusia memiliki delapan kecerdasan yang berbeda. Dari delapan kecerdasan itu, biasanya minimal ada satu kecerdasan yang mendominasi jika dibandingkan dengan kecerdasan lainnya. Ini membuktikan bahwa menguasai semua bidang ilmu. Ada anak yang dianugerahi kecerdasan matematis logis, ada juga yang tidak terlalu dominan.

Kecerdasan Matematis-logis berhubungan dengan pola, rumus-rumus, angka-angka dan logika. Orang-orang ini cenderung pintar dalam teka-teki, gambar, aritmatika, dan memecahkan masalah matematika, mereka seringkali menyukai komputer dan pemrograman. Ciri-ciri lain dari kecerdasan logika matematika ini di antaranya adalah:

  • Banyak bertanya tentang cara kerja suatu hal,
  • Suka bekerja atau bermain dengan angka,
  • Lebih tertarik pada game matematika dan komputer dibandingkan permainan lain,
  • Suka mengerjakan teka teki logika atau soal-soal angka yang sulit, suka dan memperoleh nilai tinggi dalam pelajaran matematika,
  • Sering melakukan percobaan mengenai ilmu pasti, pada saat pelajaran maupun pada waktu luangnya,
  • Suka membuat kategori, hierarki, atau pola logis lain,
  • Suka permainan catur, main dam, atau permainan strategi lain,
  • Mudah memahami rumus dan cara kerjanya serta tepat dalam mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari dan
  • Pandai menggunakan pengetahuannya dan memberi pendapatnya untuk memecahkan persoalan sehari-hari.

Namun bagi anak anda yang tidak memiliki ciri-ciri seperti di atas, ternyata tidak ada salahnya untuk melatih anak anda sejak dini. Ada beberapa cara untuk memperkenalkan anak dengan matematika logis sejak dini. Seperti yang dijelaskan oleh YXGK Math Lab Serpong di bawah ini.

Memperkenalkan Matematika Logis Sejak Dini

Penting untuk mengajarkan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari kepada anak
Penting untuk mengajarkan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari kepada anak

Kita bisa mengenalkan pertama kali pemahaman konsep matematika sejak usia dini dari lingkungan sekitar kita dan pengalaman sehari-hari anak serta memberikan stimulasi yang mendukung. Tentu saja hal ini dilakukan tanpa paksaan dan tekanan, dan melalui permainan-permainan. Dalam pendidikan anak, peran orangtua tak tergantikan dan rumah merupakan basis utama pendidikan anak.

Banyak permainan eksplorasi yang bisa mengasah kemampuan logika matematika anak, namun tentu hal ini harus disesuaikan dengan usia anak. Saat anak balita bermain pasir, anak sesungguhnya sedang menghidupkan otot tangannya yang melatih motorik halusnya sehingga kelak anak mampu memegang pensil, menggambar dan lain-lain.

Oleh karena itu, mendaftarkan anak ke tempat kursus yang metode pembelajarannya dikemas dengan permainan, maka itu akan lebih efektif. Anak-anak mengerjakan sesuatu biasanya berdasarkan kesukaan. Itu sebabnya mengapa anak kecil sangat menyukai apabila dalam pembelajarannya dibungkus dengan gaya bermain.

Selain itu, suasana belajar dan belajar yang saling merespon juga akan membuat pertumbuhan mental anak menjadi lebih sehat. Karena belajar dengan berada di bawah tekanan hanya akan membuat anak merasa bahwa mereka takut jika tidak bisa. Ini tentu kurang baik, karena anak akan merasa bahwa ketidakmampuan mereka merupakan hal yang memalukan.